Berikut apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menjelang iftar (berbuka puasa) berdasarkan ajaran Islam, sunnah, dan kebiasaan beliau.
- Mempersiapkan Diri untuk Berbuka
Nabi Muhammad SAW biasanya mempersiapkan diri menjelang iftar dengan tenang dan penuh kesadaran. Beliau tidak tergesa-gesa, melainkan menjadikan waktu tersebut sebagai momen refleksi atas nikmat Allah. - Berdoa Menanti Adzan Maghrib
Menjelang iftar, Nabi SAW sering kali berdoa sambil menanti waktu berbuka. Doa ini menjadi bentuk syukur dan harapan agar puasanya diterima oleh Allah SWT. - Menyegerakan Berbuka
Nabi SAW mengajarkan umatnya untuk menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Beliau bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim). - Memilih Makanan Sederhana
Beliau biasanya memilih makanan yang sederhana untuk berbuka, seperti kurma atau air, sesuai dengan sunnah yang diajarkan kepada umatnya. - Berbuka dengan Kurma
Nabi SAW sering kali berbuka dengan beberapa butir kurma, terutama kurma basah (ruthab) jika ada. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering atau air putih. - Membaca Doa Berbuka
Sebelum menyantap makanan, Nabi SAW membaca doa berbuka: “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah” yang artinya, “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.” - Menjaga Adab Makan
Nabi SAW selalu menjaga adab saat berbuka, seperti makan dengan tangan kanan, tidak berlebihan, dan menyebut nama Allah sebelum memulai. - Berbagi Makanan dengan Orang Lain
Beliau sering kali mengundang orang-orang miskin atau sahabat untuk berbuka bersama, menunjukkan sifat dermawan dan kepedulian sosial. - Memperbanyak Istighfar
Menjelang iftar, Nabi SAW juga memperbanyak istighfar, memohon ampunan atas segala kekurangan selama menjalankan ibadah puasa. - Merenung dan Bersyukur
Waktu menjelang berbuka adalah saat Nabi SAW merenungkan nikmat Allah, seperti kesehatan, kekuatan untuk berpuasa, dan rezeki yang diberikan. - Menghindari Perbuatan Sia-Sia
Beliau selalu menjaga lisan dan perbuatan menjelang iftar, menghindari perkataan atau tindakan yang dapat mengurangi pahala puasa. - Memberikan Nasehat kepada Sahabat
Terkadang, Nabi SAW memanfaatkan waktu menjelang iftar untuk memberikan nasehat singkat kepada para sahabat tentang keutamaan puasa dan ibadah. - Mempersiapkan Sholat Maghrib
Setelah berbuka, Nabi SAW segera bersiap untuk melaksanakan sholat Maghrib. Beliau tidak menunda-nunda ibadah ini setelah menyantap hidangan ringan. - Menjaga Kebersihan
Sebelum iftar, Nabi SAW juga memperhatikan kebersihan diri, seperti berwudhu atau membersihkan tangan, sebagai bagian dari sunnah. - Mendoakan Kebaikan untuk Umat
Beliau sering kali memanjatkan doa untuk kebaikan umatnya menjelang iftar, memohon ampunan dan keberkahan bagi mereka yang berpuasa. - Menjaga Sikap Sabar
Meskipun lapar dan lelah setelah seharian berpuasa, Nabi SAW tetap menunjukkan sikap sabar dan lemah lembut kepada keluarga dan sahabat. - Mengajak Keluarga Berbuka Bersama
Nabi SAW biasanya berbuka bersama keluarga, menciptakan suasana kebersamaan dan kehangatan di rumah tangga. - Menghindari Makan Berlebihan
Beliau mengajarkan untuk tidak makan berlebihan saat iftar, karena tujuan puasa adalah melatih pengendalian diri, bukan sebaliknya. - Memperhatikan Waktu
Nabi SAW sangat teliti dengan waktu berbuka, memastikan iftar dilakukan tepat setelah matahari terbenam sesuai syariat. - Meningkatkan Ibadah Setelah Berbuka
Setelah iftar, Nabi SAW tidak langsung beristirahat, melainkan melanjutkan ibadah seperti sholat, dzikir, atau membaca Al-Qur’an sebagai penutup hari puasa.
Itulah yang menggambarkan kebiasaan dan sunnah Nabi Muhammad SAW menjelang iftar. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat menjadi teladan bagi kita dalam menjalankan ibadah puasa.
Sumber : Grok
No comments:
Post a Comment