Dalam ajaran Islam, keutamaan puasa Ramadhan secara umum telah banyak dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis-hadis sahih. Namun, seperti halnya hari-hari spesifik lainnya, tidak ada hadis sahih yang secara eksplisit menyebutkan keutamaan puasa pada hari ke-21 Ramadhan secara terpisah dengan sanad yang mutawatir atau diterima secara universal oleh ulama. Keutamaan hari ke-21 lebih sering dikaitkan dengan posisinya dalam 10 hari terakhir Ramadhan, yang merupakan waktu istimewa karena kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar. Untuk menjawab pertanyaan Anda secara lengkap dan rinci, saya akan menguraikan keutamaan puasa Ramadhan secara umum, konteks 10 hari terakhir (termasuk hari ke-21), serta dalil-dalil terkait beserta sanadnya yang relevan.
- Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah (2):183:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah sarana untuk mencapai ketakwaan, yang berlaku untuk setiap hari puasa, termasuk hari ke-21. - Hadis tentang Pengampunan Dosa:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari No. 38 dan Muslim No. 760).
Sanad: Diriwayatkan melalui jalur sahih dari Abu Hurairah RA kepada para perawi seperti Ibrahim bin Al-Mundzir, kemudian kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim. Keutamaan ini mencakup hari ke-21 Ramadhan jika puasa dilakukan dengan niat yang tulus.
- Hadis tentang 10 Hari Terakhir:
Dari Aisyah RA, ia berkata:
"Rasulullah SAW apabila memasuki 10 hari terakhir (Ramadhan), beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya."
(HR. Bukhari No. 2024 dan Muslim No. 1174).
Sanad: Diriwayatkan oleh Aisyah RA melalui jalur perawi seperti Urwah bin Az-Zubair kepada Hisham bin Urwah, hingga sampai kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadis ini menunjukkan bahwa hari ke-21, sebagai bagian dari 10 hari terakhir, adalah waktu untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa dan qiyamul lail.
- Hadis tentang Pencarian Lailatul Qadar:
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan."
(HR. Bukhari No. 2017).
Sanad: Diriwayatkan dari Aisyah RA melalui jalur perawi seperti Qatadah kepada Imam Bukhari. Malam ganjil yang dimaksud adalah malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Malam ke-21 sering dianggap sebagai salah satu kandidat kuat berdasarkan riwayat berikut:- Dari Ibnu Umar RA, ia berkata:
"Beberapa sahabat Rasulullah SAW bermimpi bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-21, dan Rasulullah bersabda, ‘Aku melihat bahwa mimpi kalian bertemu pada malam ke-21, maka carilah pada malam itu.’"
(HR. Bukhari No. 2015 dan Muslim No. 1165, dengan sedikit variasi redaksi).
Sanad: Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA melalui jalur perawi seperti Malik bin Anas kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim.
- Keutamaan Lailatul Qadar:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari No. 1901 dan Muslim No. 760).
Sanad: Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA melalui jalur sahih kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim. Jika hari ke-21 bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, maka puasa pada hari itu memiliki nilai tambah karena mendampingi ibadah malam yang sangat istimewa.
- Rahmat dan Pengampunan: Disebutkan bahwa pada hari ke-21, Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepada hamba yang berpuasa dan beribadah dengan ikhlas. Namun, ini lebih merupakan interpretasi turun-temurun dan tidak didukung oleh hadis spesifik dengan sanad yang kuat.
- Kemenangan Spiritual: Dalam beberapa narasi, hari ke-21 dikaitkan dengan kemenangan spiritual karena bertepatan dengan momentum 10 hari terakhir dan potensi Lailatul Qadar.
- Hadis tentang Pintu Ar-Rayyan:
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya di surga terdapat pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat. Dikatakan, ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka berdiri, dan tidak ada yang masuk melalui pintu itu kecuali mereka. Setelah mereka masuk, pintu itu ditutup, dan tidak ada lagi yang bisa masuk."
(HR. Bukhari No. 1896 dan Muslim No. 1152).
Sanad: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA melalui jalur perawi seperti Sa’id bin Jubair kepada Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadis ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan, termasuk pada hari ke-21, memberikan keistimewaan masuk surga melalui pintu khusus.
- Pengampunan Dosa: Berlaku untuk setiap hari puasa Ramadhan, termasuk hari ke-21, jika dilakukan dengan iman dan ikhlas.
- Potensi Lailatul Qadar: Hari ke-21 bertepatan dengan malam ke-21, salah satu malam ganjil yang dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
- Pahala Berlipat: Puasa pada hari ini, bersama ibadah malamnya, dapat mendatangkan pahala besar karena termasuk dalam periode paling mulia di bulan Ramadhan.
- Akses ke Pintu Ar-Rayyan: Sebagai bagian dari puasa Ramadhan, hari ke-21 turut memberikan keistimewaan masuk surga melalui pintu khusus bagi orang yang berpuasa.

No comments:
Post a Comment