Sunday, March 16, 2025

Ramadhan Mubarak : Kemana larinya harta yg di Infaqkan ?

Dalam ajaran Islam, harta yang diinfakkan (disedekahkan) tidak hilang begitu saja, melainkan memiliki "tujuan" dan keberkahan yang dijelaskan melalui Al-Qur'an, hadis, serta pemahaman para ulama. Berikut penjelasan tentang "kemana larinya" harta yang diinfakkan 

1. Harta yang Diinfakkan Disimpan di Sisi Allah
  • Dalil Al-Qur'an: Allah SWT berfirman, "Apa saja yang kamu infakkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Al-Baqarah: 270). Ini menunjukkan bahwa harta yang diinfakkan dicatat dan "disimpan" oleh Allah sebagai amal kebaikan.
  • Makna: Harta tersebut tidak lenyap, melainkan diterima oleh Allah dan akan diganti dengan pahala yang kekal di akhirat.
2. Harta Infak Menjadi Pahala yang Berlipat Ganda
  • Dalil Al-Qur’an: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki..." (QS. Al-Baqarah: 261).
  • Hadis: Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta, dan Allah tidak menambah kepada seorang hamba yang memberi sedekah kecuali kemuliaan..." (HR. Muslim, no. 2588).
  • Makna: Harta yang diinfakkan "berpindah" menjadi investasi pahala yang berlipat ganda, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih, sesuai kehendak Allah.
3. Harta Infak Menjadi Penolong di Akhirat
  • Hadis: Rasulullah SAW bersabda, "Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi, no. 2616, dihasankan oleh Al-Albani).
  • Riwayat: Dalam hadis lain, disebutkan bahwa harta yang disedekahkan akan menjadi "bayangan" atau pelindung bagi pemiliknya di Hari Kiamat. "Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga selesai pengadilan di antara manusia." (HR. Ahmad, dinilai sahih oleh Al-Albani).
  • Makna: Harta tersebut "berpindah" menjadi bentuk perlindungan dari siksa api neraka dan kesulitan di hari kiamat.
4. Harta Infak Digantikan di Dunia
  • Dalil Al-Qur’an: "Katakanlah, 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya bagi (siapa yang Dia kehendaki).' Dan apa saja yang kamu infakkan, niscaya Dia akan menggantinya..." (QS. Saba’: 39).
  • Hadis: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana hamba bangun di pagi harinya kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikan ganti kepada orang yang berinfak.'..." (HR. Bukhari dan Muslim, no. 1442).
  • Makna: Harta yang diinfakkan tidak hilang, tetapi Allah menggantinya dengan rezeki yang lebih baik atau berupa keberkahan dalam hidup di dunia.
5. Harta Infak Membantu Fakir Miskin dan Menjadi Bukti Keimanan
  • Sejarah dan Riwayat: Pada masa Rasulullah SAW, para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar RA sering menginfakkan harta mereka untuk membantu fakir miskin, kaum muhajirin, dan perjuangan Islam. Contohnya, Abu Bakar RA pernah memberikan seluruh hartanya untuk keperluan Perang Tabuk (HR. Tirmidzi).
  • Dalil: "Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai..." (QS. Ali Imran: 92).
  • Makna: Harta tersebut "berpindah" ke tangan orang yang membutuhkan, menjadi sarana kebaikan sosial, dan bukti keimanan seseorang.
6. Harta Infak Menjadi Harta Abadi
  • Hadis: Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim, no. 1631).
  • Makna: Harta yang diinfakkan dalam bentuk sedekah jariyah (seperti membangun masjid, sumur, atau sekolah) akan terus mengalirkan pahala meskipun pelakunya telah meninggal. Ini menunjukkan harta tersebut "berpindah" ke dalam bentuk keabadian di sisi Allah.
Kesimpulan
Harta yang diinfakkan dalam Islam tidak "hilang" atau "lari" sia-sia. Berdasarkan Al-Qur'an, hadis, dan riwayat, harta tersebut:
  • Disimpan dan dilipatgandakan oleh Allah sebagai pahala.
  • Menjadi pelindung dan penebus dosa di akhirat.
  • Digantikan dengan rezeki atau keberkahan di dunia.
  • Membantu sesama dan menjadi bukti keimanan.
Jadi, infak adalah cara "memindahkan" harta dari yang fana di dunia menuju keabadian di akhirat, sebagaimana janji Allah dan teladan Rasulullah SAW. Sumber : Grok

No comments:

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...