Wednesday, March 19, 2025

Ramadhan Mubarak : Kategori Orang Merugi Berpuasa



Dalam ajaran Islam, berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban yang memiliki keutamaan besar, namun ada kondisi tertentu di mana seseorang bisa "merugi" meskipun ia berpuasa. Istilah "merugi" di sini biasanya merujuk pada orang yang tidak mendapatkan pahala penuh atau bahkan kehilangan esensi puasa karena perilaku atau niat yang keliru. Penjelasan ini didasarkan pada beberapa hadis shahih yang menggambarkan kategori orang yang merugi saat berpuasa Ramadan, 


1. Orang yang Tidak Menjaga Lisan dan Perbuatan
Hadis Shahih:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta serta kebodohan, maka Allah tidak butuh dari puasanya dengan meninggalkan makan dan minumnya."
  • Sumber: Shahih Bukhari, Kitab Ash-Shaum (Puasa), No. 1903.
  • Sanad: Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui jalur:
    • Muhammad bin Sinan, dari Fulaih bin Sulaiman, dari Zaid bin Aslam, dari Ata’ bin Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW.
      Sanad ini dinilai shahih karena semua perawi dalam rantai ini adalah tsiqah (terpercaya).
Penjelasan:
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan kotor, dusta, ghibah (menggunjing), dan perbuatan dosa. Orang yang tetap berbohong, bertindak zalim, atau melakukan maksiat saat berpuasa dianggap "merugi" karena puasanya hanya menjadi formalitas fisik tanpa nilai spiritual di sisi Allah.

2. Orang yang Berpuasa tetapi Tidak Melaksanakan Shalat
Hadis Shahih:
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa dan Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Rabbku, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat di siang hari, maka jadikanlah aku sebagai syafaat baginya.’ Dan Al-Qur’an berkata: ‘Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka jadikanlah aku sebagai syafaat baginya.’ Maka keduanya pun menjadi syafaat."
  • Sumber: Musnad Ahmad, No. 6626; dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah, No. 190.
  • Sanad: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad melalui jalur:
    • Abdul Malik bin Umair, dari Rib’i bin Hirasy, dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, dari Nabi SAW.
      Sanad ini hasan karena semua perawi terpercaya, meskipun ada diskusi kecil tentang Abdul Malik bin Umair yang kadang dianggap lemah pada hafalannya di usia tua, tetapi konteksnya dikuatkan oleh riwayat lain.
Penjelasan:
Shalat adalah rukun Islam yang wajib dan tidak bisa dipisahkan dari ibadah lain, termasuk puasa. Orang yang berpuasa tetapi meninggalkan shalat lima waktu secara sengaja dianggap merugi karena shalat adalah tiang agama. Tanpa shalat, puasa tidak akan memberikan syafaat sebagaimana dijanjikan dalam hadis di atas.

3. Orang yang Menyia-nyiakan Waktu di Bulan Ramadan
Hadis Shahih:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali begadang."
  • Sumber: Sunan Ibnu Majah, Kitab Ash-Shiyam, No. 1690; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah.
  • Sanad: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah melalui jalur:
    • Muhammad bin Yahya bin Abi Umar, dari Sufyan bin Uyainah, dari Amr bin Dinar, dari Yahya bin Ja’dah, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW.
      Sanad ini shahih karena semua perawi adalah tsiqah dan terkenal dalam ilmu hadis.
Penjelasan:
Orang yang berpuasa tetapi tidak memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, atau berbuat kebaikan, termasuk dalam kategori merugi. Mereka hanya merasakan efek fisik puasa tanpa memperoleh keberkahan dan ampunan yang dijanjikan di bulan suci ini.

4. Orang yang Berpuasa dengan Niat Riya (Pamer)
Hadis Shahih:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang beramal karena riya dan sum’ah, maka Allah akan menampakkan amalnya (di hadapan makhluk) dan tidak akan menerimanya."
  • Sumber: Shahih Bukhari, Kitab Ar-Riqaq, No. 6499; Shahih Muslim, Kitab Az-Zuhd, No. 2987 (dengan redaksi serupa).
  • Sanad: Diriwayatkan oleh Bukhari melalui jalur:
    • Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Zaid bin Aslam, dari Ata’ bin Yasar, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW.
      Sanad ini shahih dan mutawatir karena perawi-perawinya adalah ulama besar yang sangat terpercaya.
Penjelasan:
Jika seseorang berpuasa dengan niat untuk dipuji orang lain (riya) atau agar didengar ketakwaannya (sum’ah), maka puasanya tidak diterima oleh Allah. Niat ikhlas adalah syarat utama diterimanya ibadah, termasuk puasa. Orang seperti ini merugi karena puasanya tidak bernilai di sisi Allah.

Kesimpulan Kategori Orang yang Merugi
Berdasarkan hadis-hadis shahih di atas, kategori orang yang merugi saat berpuasa Ramadan adalah:
  1. Orang yang tidak menjaga lisan dan perbuatan dari dosa.
  2. Orang yang meninggalkan shalat wajib.
  3. Orang yang menyia-nyiakan waktu Ramadan tanpa ibadah produktif.
  4. Orang yang berpuasa dengan niat riya atau sum’ah.
Sumber Bacaan Tambahan
Untuk mempelajari lebih lanjut, berikut referensi utama:
  • Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (kumpulan hadis paling otentik).
  • Sunan Ibnu Majah dan Musnad Ahmad (dengan penilaian shahih oleh ulama).
  • Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, bab tentang keutamaan puasa dan larangan dosa saat Ramadan.

No comments:

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...