Friday, March 14, 2025

Ramadhan Mubarak : Keutamaan Berpuasa Hari Ke-17

 

Klik : https://youtu.be/OJ92A2D2urE?si=att3EQn8sWdP08Mn
Keutamaan Berpuasa pada Hari ke-17 Ramadan
Hari ke-17 Ramadan berada di fase pertengahan menuju akhir bulan, tepat di ambang 10 hari terakhir yang penuh keistimewaan. Dalam tradisi Islam, hari ke-17 juga memiliki makna historis karena sering dikaitkan dengan peristiwa Perang Badar (terjadi pada 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah), meskipun fokus utama tetap pada ibadah puasa. Berikut keutamaannya:
  1. Pengampunan Dosa
    Puasa Ramadan, termasuk pada hari ke-17, menjanjikan pengampunan dosa bagi yang melakukannya dengan iman dan harapan pahala. Rasulullah SAW bersabda:
    "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
    (HR. Bukhari No. 1910 dan Muslim No. 760).
    Keutamaan ini berlaku setiap hari, termasuk hari ke-17, selama niatnya ikhlas.
  2. Pahala yang Dilipatgandakan
    Puasa adalah ibadah istimewa yang pahalanya langsung diberikan oleh Allah tanpa batas. Rasulullah SAW bersabda:
    "Allah berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."
    (HR. Bukhari No. 1894 dan Muslim No. 1151).
    Pada hari ke-17, setelah lebih dari separuh bulan berpuasa, ibadah ini menjadi bukti ketekunan yang mendatangkan pahala besar.
  3. Persiapan Menuju Lailatul Qadar
    Hari ke-17 adalah langkah terakhir sebelum memasuki 10 hari terakhir Ramadan, yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda:
    "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan."
    (HR. Bukhari No. 2017).
    Hari ke-17 menjadi waktu untuk memperkuat ibadah seperti sholat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa sebagai persiapan menyambut malam istimewa tersebut.
  4. Puasa sebagai Perisai
    Puasa melindungi dari dosa dan godaan. Rasulullah SAW bersabda:
    "Puasa adalah perisai, maka janganlah seseorang berbicara kotor atau bertindak bodoh..."
    (HR. Bukhari No. 1894 dan Muslim No. 1151).
    Pada hari ke-17, setelah lebih dari dua minggu berpuasa, seorang Muslim biasanya semakin terlatih dalam mengendalikan diri, menjadikan puasa sebagai benteng spiritual.
  5. Konteks Historis: Perang Badar
    Dalam sejarah Islam, hari ke-17 Ramadan di tahun ke-2 Hijriah adalah hari terjadinya Perang Badar, kemenangan besar pertama umat Islam melawan kaum Quraisy. Meskipun ini bukan keutamaan puasa secara langsung, hari ini sering diperingati sebagai simbol kemenangan keimanan dan kesabaran. Al-Qur’an menyebutkan peristiwa ini dalam Surah Al-Anfal (8:41), yang menguatkan makna keimanan di bulan Ramadan.
  6. Hari Senin atau Kamis
    Jika hari ke-17 Ramadan jatuh pada hari Senin atau Kamis, ada tambahan keutamaan berdasarkan sunnah puasa pada hari tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
    "Amal-amal manusia diperiksa pada hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amalku diperiksa dalam keadaan aku sedang berpuasa."
    (HR. Tirmidzi No. 747, dinilai hasan).
    Untuk Ramadan 2025, hari ke-17 mungkin jatuh sekitar 20-21 Maret (tergantung awal Ramadan), dan saya bisa cek lebih lanjut jika Anda ingin konfirmasi.
Catatan Khusus Hari ke-17
Meskipun tidak ada hadis yang secara spesifik menyebutkan keutamaan puasa hanya pada hari ke-17, hari ini tetap istimewa karena posisinya dalam Ramadan dan konteks historisnya. Dalam tradisi beberapa Muslim, hari ke-17 dijadikan momen untuk merenungkan kemenangan iman dan memperbanyak doa agar diberi kekuatan seperti para sahabat di Perang Badar.
Kesimpulan
Keutamaan berpuasa pada hari ke-17 Ramadan meliputi pengampunan dosa, pahala yang tak terukur, perlindungan dari dosa, serta persiapan menuju Lailatul Qadar, dengan tambahan makna historis dari Perang Badar. Hadis-hadis di atas adalah landasan utama yang berlaku untuk setiap hari puasa Ramadan, termasuk hari ke-17. Sumber : Grok

No comments:

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...