Kebiasaan Sahabat Nabi SAW saat Ramadan
- Meningkatkan Ibadah dan Membaca Al-Qur’an
Para sahabat sangat bersungguh-sungguh dalam ibadah selama Ramadan, terutama dalam membaca Al-Qur’an. Mereka menganggap Ramadan sebagai "musim Al-Qur’an" karena Nabi SAW sering mengkhatamkan Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril.- Contoh: Ibnu Abbas RA dikenal sebagai sahabat yang rajin membaca dan memahami Al-Qur’an. Ia sering menghabiskan waktu Ramadan untuk tadarus.
- Utsman bin Affan RA dikisahkan mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari selama Ramadan, terutama saat menjadi khalifah.
- Makan Sahur dan Menyegerakan Berbuka
Mengikuti sunnah Nabi SAW, para sahabat biasa makan sahur menjelang Subuh dan menyegerakan berbuka saat Magrib tiba.- Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW dan para sahabat berbuka dengan kurma atau air, sesuai kebiasaan sederhana Rasulullah. Ia berkata:
"Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum sholat..." (HR. Abu Daud No. 2356). - Mereka juga memastikan sahur dilakukan meski hanya dengan makanan sederhana, sesuai anjuran Nabi: "Makan sahurlah kalian, karena di dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari No. 1923).
- Melaksanakan Sholat Tarawih Berjamaah
Para sahabat mengikuti Nabi SAW dalam mendirikan sholat Tarawih. Setelah wafatnya Nabi SAW, Umar bin Khattab RA menginisiasi pelaksanaan Tarawih secara berjamaah di masjid secara rutin. Ia berkata:- "Sebaik-baik bid’ah adalah ini (Tarawih berjamaah)," setelah melihat orang-orang sholat sendiri-sendiri, lalu ia mengumpulkan mereka di bawah satu imam, biasanya Ubay bin Ka’ab RA, yang memimpin dengan membaca Al-Qur’an panjang.
(HR. Bukhari No. 2010).
- Memperbanyak Sedekah dan Memberi Makan Orang Berpuasa
Para sahabat meneladani kedermawanan Nabi SAW di bulan Ramadan. Mereka sering memberi makan fakir miskin dan orang yang berpuasa.- Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dikenal sangat dermawan. Ia sering membagikan hartanya kepada yang membutuhkan, terutama di Ramadan.
- Dalam hadis, Nabi SAW bersabda: "Barang siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun." (HR. Tirmidzi No. 807, dinilai sahih). Para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib RA sering mempraktikkan ini.
- Menjaga Lisan dan Perilaku
Para sahabat sangat berhati-hati menjaga lisan dan perilaku selama berpuasa, sesuai ajaran Nabi SAW: "Jika ada orang yang memeranginya atau mencacinya, hendaklah ia berkata: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'" (HR. Bukhari No. 1894).- Abu Hurairah RA, misalnya, dikenal sebagai sahabat yang banyak meriwayatkan hadis tentang pentingnya menjaga sikap saat puasa.
- I’tikaf di Masjid
Pada 10 hari terakhir Ramadan, banyak sahabat mengikuti kebiasaan Nabi SAW untuk beri’tikaf di masjid. Mereka meninggalkan urusan duniawi untuk fokus beribadah.- Aisyah RA meriwayatkan: "Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga wafatnya, kemudian istri-istri beliau melanjutkan i’tikaf setelah itu." (HR. Bukhari No. 2026).
- Para sahabat seperti Umar RA dan Ibnu Umar RA juga dikenal rutin beri’tikaf, menghabiskan waktu dengan sholat, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
- Menghidupkan Malam dengan Ibadah
Para sahabat menghidupkan malam Ramadan dengan sholat malam (Qiyamul Lail) dan doa, terutama menjelang Lailatul Qadar.- Ibnu Umar RA dikisahkan sering berdiri lama di malam hari untuk sholat dan berdoa, mengikuti teladan Nabi SAW yang bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan." (HR. Bukhari No. 2017).
- Kesederhanaan dalam Hidup
Para sahabat menjalani Ramadan dengan sederhana, tidak berlebihan dalam makan atau minum. Mereka fokus pada ibadah ketimbang kenikmatan duniawi.- Salman Al-Farisi RA, misalnya, hidup sangat sederhana dan sering berbagi makanan berbukanya dengan yang lain meskipun ia sendiri memiliki sedikit.
- Semangat Berjihad dan Mengingat Peristiwa Besar
Beberapa sahabat yang terlibat dalam Perang Badar (17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah) mengenang peristiwa ini sebagai momen kemenangan iman. Mereka memperkuat semangat ibadah di Ramadan sebagai wujud syukur atas nikmat tersebut.
Kesimpulan
Kebiasaan para sahabat Nabi SAW di bulan Ramadan mencerminkan kepatuhan mereka pada sunnah Rasulullah SAW. Mereka meningkatkan ibadah, membaca Al-Qur’an, sholat Tarawih, beri’tikaf, bersedekah, dan menjaga perilaku dengan penuh kesederhanaan. Semua ini dilakukan dengan semangat meneladani Nabi SAW dan meraih keberkahan Ramadan. Sumber : Grok
No comments:
Post a Comment