Berikut adalah penjelasan tentang larangan makan dan minum berlebihan serta anjuran berpuasa berdasarkan riwayat dan hadis dalam 10 paragraf:
- Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam makan dan minum. Rasulullah SAW melarang umatnya dari sikap berlebih-lebihan (israf) dalam konsumsi makanan dan minuman. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Ayat ini menjadi dasar utama bahwa sikap berlebihan dalam hal apapun, termasuk makan, adalah perbuatan yang tidak diridhai Allah.
- Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika ia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk udara.” Hadis ini menegaskan bahwa makan secukupnya adalah sunnah, dan meninggalkan ruang dalam perut adalah bentuk pengendalian diri yang dianjurkan.
- Sikap berlebihan dalam makan dan minum tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga spiritual. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa perut yang terlalu penuh dapat membuat hati menjadi keras dan malas beribadah. Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Janganlah kalian membunuh hati kalian dengan makan dan minum yang berlebihan, karena hati itu seperti tanaman, ia akan mati jika terlalu banyak disiram” (HR. Ahmad). Ini menunjukkan bahwa keseimbangan dalam konsumsi berkaitan erat dengan kepekaan jiwa.
- Sebaliknya, Islam menganjurkan puasa sebagai sarana melatih pengendalian diri terhadap hawa nafsu, termasuk nafsu makan. Puasa Ramadan adalah kewajiban yang ditetapkan dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183). Puasa mengajarkan untuk menahan lapar dan dahaga, sehingga umat Islam belajar bersyukur dan tidak bergantung berlebihan pada makanan.
- Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Daud, untuk menjaga kesehatan dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda: “Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat.” Puasa tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga tubuh dari kelebihan zat yang dapat merusak kesehatan akibat makan berlebihan.
- Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW pernah menegur seorang sahabat yang terlihat kekenyangan setelah makan. Beliau bersabda: “Jika kalian makan sampai kenyang, maka tidurlah seperti binatang.” Ini menunjukkan bahwa makan berlebihan dapat menurunkan produktivitas dan membuat seseorang kehilangan semangat untuk beribadah atau bekerja, sebagaimana binatang yang hanya makan dan tidur.
- Salah satu hikmah puasa adalah melatih kesederhanaan dan empati terhadap orang-orang yang kekurangan. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang kenyang sementara tetangganya lapar, maka ia bukan dari golongan kami.” Puasa mengingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dalam pola konsumsi berlebihan, tetapi berbagi dengan yang membutuhkan.
- Larangan makan berlebihan juga terkait dengan konsep syukur dalam Islam. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda: “Makanlah apa yang ada di hadapanmu dan bersyukurlah kepada Allah.” Sikap ini mengajarkan untuk menerima rezeki dengan penuh kesadaran dan tidak mengejar kenikmatan duniawi secara berlebihan, yang dapat menjauhkan dari mengingat Allah.
- Puasa juga menjadi bentuk perlawanan terhadap godaan setan, yang sering mendorong manusia untuk memanjakan nafsu, termasuk makan dan minum berlebihan. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Setan mengalir dalam tubuh manusia seperti darah mengalir, maka persempitlah jalannya dengan lapar (puasa).” Puasa menjadi tameng yang melindungi dari dorongan nafsu yang tidak terkendali.
- Akhirnya, keseimbangan antara makan secukupnya dan berpuasa mencerminkan akhlak mulia seorang Muslim. Rasulullah SAW adalah teladan dalam hal ini; beliau hidup sederhana, sering berpuasa, dan tidak pernah terlihat berlebihan dalam makan. Dalam riwayat Aisyah RA, beliau berkata: “Rasulullah tidak pernah kenyang berturut-turut selama tiga hari hingga beliau wafat” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menjadi pelajaran bahwa sikap zuhud dan pengendalian diri adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Demikian penjelasan tentang larangan makan minum berlebihan dan anjuran berpuasa berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Semoga bermanfaat dalam menjalani kehidupan yang seimbang dan penuh keberkahan.

No comments:
Post a Comment