Wednesday, February 5, 2025

Efektifkah Angkutan umum bagi siswa ?

 

Transportasi perkotaan memainkan peran penting dalam mendukung ketepatan siswa datang ke sekolah, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Efektivitas transportasi ini dapat dilihat dari seberapa mudah siswa mengakses angkutan umum untuk perjalanan ke dan dari sekolah. Di beberapa kota, seperti Yogyakarta, sistem angkutan umum seperti Trans Jogja telah dikembangkan untuk menyediakan layanan yang terjadwal dan terintegrasi, yang seharusnya membantu siswa dalam mencapai sekolah tepat waktu. Namun, data dari penelitian menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur tersedia, minat siswa untuk menggunakan transportasi umum masih kurang, yang berarti efektivitasnya belum sepenuhnya optimal.

Salah satu hambatan utama adalah ketidaknyamanan dan keengganan siswa menggunakan angkutan umum. Penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa lebih memilih diantar oleh orang tua atau menggunakan kendaraan pribadi karena berbagai alasan, termasuk kenyamanan, keselamatan, dan waktu perjalanan yang lebih pasti. Angkutan umum sering kali dianggap kurang nyaman, terutama karena kondisi kendaraan yang tidak selalu memadai dan rute yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, masalah keamanan seperti tindakan kriminal dan kurangnya etika sopir juga menjadi faktor penghambat.

Keterbatasan jadwal dan rute angkutan umum menjadi hambatan lain. Tidak semua koridor layanan transportasi umum mencakup area sekolah atau sesuai dengan jadwal sekolah. Ini berarti siswa mungkin harus melakukan perjalanan lebih lama atau menggunakan lebih dari satu moda transportasi, yang bisa menambah kompleksitas dan mengurangi ketepatan waktu mereka. Misalnya, di Kota Bogor, masalah kemacetan karena penumpukan kendaraan di sekitar sekolah menjadi tantangan tersendiri, di mana transportasi umum sering terjebak dalam kemacetan ini.

Ketidakteraturan waktu tiba dan keberangkatan juga menjadi masalah. Transportasi umum di banyak kota besar tidak selalu tepat waktu, baik karena kondisi lalu lintas yang buruk atau kurangnya pengelolaan yang efisien. Ini membuat siswa kesulitan untuk merencanakan waktu tiba mereka di sekolah, terutama jika mereka harus berganti-ganti angkutan untuk mencapai tujuan. Di kota seperti Semarang, preferensi siswa untuk menggunakan kendaraan pribadi lebih tinggi karena ketidakpastian waktu tunggu dan perjalanan dengan angkutan umum.

Biaya transportasi juga bisa menjadi hambatan. Meskipun biaya angkutan umum sering kali lebih murah dibandingkan dengan biaya bahan bakar untuk kendaraan pribadi, di beberapa kota, biaya ini bisa menumpuk jika siswa harus menggunakan beberapa moda transportasi atau jika mereka harus menempuh perjalanan jauh. Ini mempengaruhi keputusan siswa dan orang tua dalam memilih moda transportasi, terutama jika ada pertimbangan ekonomi.

Kurangnya infrastruktur yang mendukung, seperti halte atau stasiun yang nyaman dan aman, menjadi hambatan lain. Di banyak kota, fasilitas penunjang untuk pengguna transportasi umum belum optimal, seperti kurangnya tempat perlindungan dari cuaca atau kurangnya informasi yang jelas tentang jadwal dan rute. Hal ini membuat penggunaan angkutan umum menjadi kurang menarik bagi siswa.

Pendidikan dan kesadaran tentang manfaat penggunaan transportasi umum juga masih kurang. Banyak siswa dan orang tua belum sepenuhnya memahami bagaimana transportasi umum bisa berkontribusi kepada lingkungan yang lebih baik dan mengurangi kemacetan. Program edukasi dan kampanye yang efektif dari pemerintah atau sekolah bisa meningkatkan minat ini, namun sering kali belum dilakukan dengan baik.

Sistem transportasi yang belum terintegrasi juga menjadi hambatan. Transportasi umum di Indonesia sering kali belum terhubung dengan baik antara satu moda dengan moda lainnya, seperti antara bus, kereta, dan angkutan lokal. Hal ini menyulitkan siswa untuk melakukan perjalanan yang efisien dan tepat waktu. Di kota seperti Bali, meskipun ada usaha seperti dengan Trans Metro Dewata, integrasi ini masih menjadi tantangan besar.

Adanya stigma negatif terhadap transportasi umum juga tidak bisa diabaikan. Banyak siswa dan masyarakat melihat penggunaan transportasi umum sebagai tanda status sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan memiliki kendaraan pribadi. Ini adalah faktor psikologis yang signifikan dalam mempengaruhi preferensi transportasi, terutama di kalangan remaja yang sensitif terhadap persepsi sosial.

Terakhir, kurangnya kebijakan atau insentif dari pemerintah untuk mendorong penggunaan transportasi umum di kalangan siswa. Tanpa dukungan kebijakan yang kuat, seperti subsidi khusus untuk siswa, atau program khusus yang membuat transportasi umum lebih menarik dan terjangkau, siswa cenderung memilih opsi yang lebih nyaman bagi mereka. Integrasi teknologi seperti ITS (Intelligent Transport System) juga masih belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas transportasi umum bagi siswa.

Sumber Pustaka:
  • Basuki, I., & Malkhamah, S. (2009). Pilihan Pelayanan Penumpang Angkutan Perkotaan Indonesia. Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil.
  • Chica-Olmo, J., Gachs-Sánchez, H., & Lizarraga, C. (2018). Route Effect on The Perception of Public Transport Services Quality. Transport Policy.
  • Herwangi, I. M. A., et al. (2020). Evaluasi Keberlanjutan Aksesibilitas Angkutan Umum Di Kota Sukabumi. Jurnal Penelitian Transportasi Darat.
  • Kurniawan, G. P., et al. (2021). Analisis Permasalah Transportasi di Perkotaan: Studi Kasus Pada Kawasan Perkotaan Yogyakarta.
  • Mugion, R. G., et al. (2018). Does The Service Quality of Urban Public Transport Enhance Sustainable Mobility? Journal of Cleaner Production.
  • Nugraha, I. M. A. (2021). Analisis Minat Masyarakat Sarbagita Dalam Penggunaan Bus Trans Metro Dewata Di Era New Normal. Prosiding Simposium Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Universitar Indoensia-Universitas Pembangunan Jaya.
  • Simanjuntak, L., & Mardiansjah, F. H. (2016). Pola Perjalanan dan Preferensi Moda Transportasi Siswa SMA di Kota Semarang. RIPTEK.
  • Yumita, (n.d.). Faktor Keengganan Pelajar Menggunakan Angkutan Umum dalam Perjalanan ke Sekolah. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, IPTEK ITS.
  • Pajakonline.com (foto)

No comments:

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...