Kebiasaan Nabi SAW saat Berpuasa
- Memulai Puasa dengan Niat yang Ikhlas
Nabi SAW selalu memulai puasa dengan niat karena Allah. Beliau mengajarkan bahwa puasa harus didasari keimanan dan harapan pahala. Dalam hadis disebutkan:
"Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
(HR. Bukhari No. 1910 dan Muslim No. 760).
Niat ini biasanya dilakukan di hati pada malam hari sebelum puasa dimulai. - Makan Sahur
Nabi SAW sangat menganjurkan sahur dan biasanya melakukannya menjelang waktu Subuh. Beliau bersabda:
"Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan."
(HR. Bukhari No. 1923 dan Muslim No. 1095).
Beliau sering makan sahur dengan makanan sederhana seperti kurma dan air. Dalam riwayat Anas bin Malik:
"Nabi SAW biasa makan sahur dengan beberapa butir kurma sebelum menunaikan sholat Subuh."
(HR. Abu Daud No. 2345, dinilai sahih). - Menyegerakan Berbuka
Nabi SAW selalu menyegerakan berbuka begitu waktu Magrib tiba. Beliau bersabda:
"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka."
(HR. Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098).
Beliau biasanya berbuka dengan kurma segar (rutab) atau kurma kering (tamr) jika ada, lalu minum air. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air saja. Anas bin Malik meriwayatkan:
"Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum sholat (Magrib), jika tidak ada, maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada, beliau meminum beberapa teguk air."
(HR. Abu Daud No. 2356, dinilai hasan). - Berdoa saat Berbuka
Nabi SAW sering membaca doa saat berbuka puasa. Salah satu doa yang diriwayatkan adalah:
"Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah."
(Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.")
(HR. Abu Daud No. 2357, dinilai hasan). - Menjaga Lisan dan Perilaku
Nabi SAW selalu menjaga sikap selama berpuasa. Beliau mengajarkan bahwa puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan buruk. Beliau bersabda:
"Puasa adalah perisai, maka janganlah seseorang berbicara kotor atau bertindak bodoh. Jika ada orang yang memeranginya atau mencacinya, hendaklah ia berkata: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa.'"
(HR. Bukhari No. 1894 dan Muslim No. 1151). - Memperbanyak Ibadah
Selama Ramadan, Nabi SAW meningkatkan ibadahnya. Beliau sering membaca Al-Qur’an, berzikir, dan sholat malam. Aisyah RA berkata:
"Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadan melebihi kesungguhannya di bulan lain."
(HR. Bukhari No. 2024 dan Muslim No. 1178).
Beliau juga biasa melakukan i’tikaf di masjid pada 10 hari terakhir Ramadan untuk fokus beribadah. - Puasa Sunnah di Luar Ramadan
Selain puasa Ramadan, Nabi SAW memiliki kebiasaan berpuasa sunnah, seperti:- Puasa Senin dan Kamis: Beliau bersabda:
"Amal-amal manusia diperiksa pada hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amalku diperiksa dalam keadaan aku sedang berpuasa."
(HR. Tirmidzi No. 747, dinilai hasan). - Puasa Hari Arafah (9 Dzulhijjah):
"Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."
(HR. Muslim No. 1162). - Puasa Asyura (10 Muharram) dan hari-hari di sekitarnya.
- Kesederhanaan dalam Makanan
Nabi SAW tidak berlebihan dalam makan, baik saat sahur maupun berbuka. Hidangan beliau biasanya sederhana, seperti kurma, air, roti, atau sup. Ini mencerminkan sikap zuhud beliau meskipun sedang tidak berpuasa. - Menganjurkan Sedekah
Nabi SAW sangat dermawan selama Ramadan. Ibnu Abbas RA berkata:
"Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Beliau seperti angin yang berhembus (dalam kedermawanannya)."
(HR. Bukhari No. 6 dan Muslim No. 2308).
Kesimpulan
Kebiasaan Nabi SAW saat berpuasa mencerminkan keseimbangan antara ibadah fisik dan spiritual. Beliau menekankan niat yang ikhlas, makan sahur, menyegerakan berbuka, menjaga perilaku, dan memperbanyak ibadah. Pola ini tidak hanya terbatas pada Ramadan, tetapi juga terlihat dalam puasa sunnah beliau sepanjang tahun. Sumber : Grok