Sunday, March 9, 2025

Ramadhan Mubarak : Keutamaan Kurma Ajwa

 


Berikut adalah 10  keutamaan makan kurma ajwa berdasarkan ajaran Islam, khususnya dari sunnah Nabi Muhammad SAW, serta manfaatnya secara umum. 

  1. Disukai Nabi Muhammad SAW
    Kurma ajwa adalah salah satu jenis kurma yang sangat disukai oleh Nabi SAW. Beliau sering menganjurkan umatnya untuk mengonsumsinya karena keistimewaannya.
  2. Melindungi dari Sihir dan Racun
    Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang memakan tujuh butir kurma ajwa di pagi hari, maka pada hari itu ia akan terlindung dari racun dan sihir.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini adalah salah satu keutamaan utama kurma ajwa.
  3. Kaya Nutrisi
    Kurma ajwa mengandung banyak nutrisi seperti gula alami, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh, menjadikannya makanan yang menyehatkan sekaligus sunnah.
  4. Meningkatkan Energi
    Kandungan gula alami dalam kurma ajwa, seperti glukosa dan fruktosa, memberikan energi cepat, sehingga sangat cocok dikonsumsi saat berbuka puasa atau di pagi hari.
  5. Mendapat Keberkahan
    Mengonsumsi kurma ajwa sesuai anjuran Nabi SAW diyakini membawa keberkahan, karena mengikuti sunnah adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  6. Menjaga Kesehatan Pencernaan
    Serat yang tinggi dalam kurma ajwa membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, yang sering dialami saat berpuasa atau pola makan tidak teratur.
  7. Sumber Antioksidan
    Kurma ajwa mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas, sehingga mendukung kesehatan secara keseluruhan dan memperkuat daya tahan tubuh.
  8. Simbol Kota Madinah
    Kurma ajwa berasal dari Madinah, tempat yang penuh berkah dan dicintai Nabi SAW. Mengonsumsinya juga menjadi cara untuk mengenang kehidupan beliau di sana.
  9. Membantu Ibadah Puasa
    Makan kurma ajwa di pagi hari (saat sahur) atau saat berbuka memberikan kekuatan fisik dan spiritual untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik.
  10. Pahala Mengikuti Sunnah
    Keutamaan terbesar dari makan kurma ajwa adalah pahala yang didapat dari mengamalkan sunnah Nabi SAW. Ini menjadi bentuk cinta dan ketaatan kepada Rasulullah.
Selain manfaat duniawi seperti kesehatan, kurma ajwa juga membawa kebaikan ukhrawi jika diniatkan untuk mengikuti sunnah Nabi SAW. Semoga bermanfaat!

Sumber : Grok, foto Halmall

Ramadhan Mubarak : Nabi SAW Lakukan ini jelang iftar.



Berikut  apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW menjelang iftar (berbuka puasa) berdasarkan ajaran Islam, sunnah, dan kebiasaan beliau. 

  1. Mempersiapkan Diri untuk Berbuka
    Nabi Muhammad SAW biasanya mempersiapkan diri menjelang iftar dengan tenang dan penuh kesadaran. Beliau tidak tergesa-gesa, melainkan menjadikan waktu tersebut sebagai momen refleksi atas nikmat Allah.
  2. Berdoa Menanti Adzan Maghrib
    Menjelang iftar, Nabi SAW sering kali berdoa sambil menanti waktu berbuka. Doa ini menjadi bentuk syukur dan harapan agar puasanya diterima oleh Allah SWT.
  3. Menyegerakan Berbuka
    Nabi SAW mengajarkan umatnya untuk menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Beliau bersabda, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  4. Memilih Makanan Sederhana
    Beliau biasanya memilih makanan yang sederhana untuk berbuka, seperti kurma atau air, sesuai dengan sunnah yang diajarkan kepada umatnya.
  5. Berbuka dengan Kurma
    Nabi SAW sering kali berbuka dengan beberapa butir kurma, terutama kurma basah (ruthab) jika ada. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering atau air putih.
  6. Membaca Doa Berbuka
    Sebelum menyantap makanan, Nabi SAW membaca doa berbuka: “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah” yang artinya, “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.”
  7. Menjaga Adab Makan
    Nabi SAW selalu menjaga adab saat berbuka, seperti makan dengan tangan kanan, tidak berlebihan, dan menyebut nama Allah sebelum memulai.
  8. Berbagi Makanan dengan Orang Lain
    Beliau sering kali mengundang orang-orang miskin atau sahabat untuk berbuka bersama, menunjukkan sifat dermawan dan kepedulian sosial.
  9. Memperbanyak Istighfar
    Menjelang iftar, Nabi SAW juga memperbanyak istighfar, memohon ampunan atas segala kekurangan selama menjalankan ibadah puasa.
  10. Merenung dan Bersyukur
    Waktu menjelang berbuka adalah saat Nabi SAW merenungkan nikmat Allah, seperti kesehatan, kekuatan untuk berpuasa, dan rezeki yang diberikan.
  11. Menghindari Perbuatan Sia-Sia
    Beliau selalu menjaga lisan dan perbuatan menjelang iftar, menghindari perkataan atau tindakan yang dapat mengurangi pahala puasa.
  12. Memberikan Nasehat kepada Sahabat
    Terkadang, Nabi SAW memanfaatkan waktu menjelang iftar untuk memberikan nasehat singkat kepada para sahabat tentang keutamaan puasa dan ibadah.
  13. Mempersiapkan Sholat Maghrib
    Setelah berbuka, Nabi SAW segera bersiap untuk melaksanakan sholat Maghrib. Beliau tidak menunda-nunda ibadah ini setelah menyantap hidangan ringan.
  14. Menjaga Kebersihan
    Sebelum iftar, Nabi SAW juga memperhatikan kebersihan diri, seperti berwudhu atau membersihkan tangan, sebagai bagian dari sunnah.
  15. Mendoakan Kebaikan untuk Umat
    Beliau sering kali memanjatkan doa untuk kebaikan umatnya menjelang iftar, memohon ampunan dan keberkahan bagi mereka yang berpuasa.
  16. Menjaga Sikap Sabar
    Meskipun lapar dan lelah setelah seharian berpuasa, Nabi SAW tetap menunjukkan sikap sabar dan lemah lembut kepada keluarga dan sahabat.
  17. Mengajak Keluarga Berbuka Bersama
    Nabi SAW biasanya berbuka bersama keluarga, menciptakan suasana kebersamaan dan kehangatan di rumah tangga.
  18. Menghindari Makan Berlebihan
    Beliau mengajarkan untuk tidak makan berlebihan saat iftar, karena tujuan puasa adalah melatih pengendalian diri, bukan sebaliknya.
  19. Memperhatikan Waktu
    Nabi SAW sangat teliti dengan waktu berbuka, memastikan iftar dilakukan tepat setelah matahari terbenam sesuai syariat.
  20. Meningkatkan Ibadah Setelah Berbuka
    Setelah iftar, Nabi SAW tidak langsung beristirahat, melainkan melanjutkan ibadah seperti sholat, dzikir, atau membaca Al-Qur’an sebagai penutup hari puasa.
Itulah yang menggambarkan kebiasaan dan sunnah Nabi Muhammad SAW menjelang iftar. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat menjadi teladan bagi kita dalam menjalankan ibadah puasa.

Sumber : Grok

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...