Wednesday, January 29, 2025

PARIWISATA INDONESIA DI ERA KOLONIAL BELANDA

 



Kolonial Belanda mengembangkan Hindia Belanda (sekarang Indonesia) sebagai destinasi pariwisata untuk warga Belanda melalui berbagai strategi dan inisiatif yang dirancang untuk menarik para pemukim dan pengunjung dari negeri Belanda. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai cara mereka memperkenalkan daerah tersebut:

  1. Pembangunan Infrastruktur:
    • Transportasi: Kolonial Belanda membangun jaringan transportasi yang meliputi jalan raya, rel kereta api, dan pelabuhan untuk memfasilitasi akses ke berbagai daerah yang memiliki potensi pariwisata. Misalnya, jaringan kereta api yang dibangun di Jawa memudahkan perjalanan dari kota ke kota yang menarik untuk dikunjungi.
    • Akomodasi: Mereka juga membangun hotel, penginapan, dan resor di tempat-tempat strategis seperti Bandung, yang dikenal sebagai "Paris van Java" karena iklimnya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah. Hotel-hotel seperti Hotel Preanger (sekarang Grand Hotel Preanger) menjadi tempat populer bagi turis Belanda.
  2. Promosi Pariwisata:
    • Publikasi dan Media: Pemerintah kolonial serta perusahaan swasta menciptakan brosur, buku panduan, dan artikel dalam majalah Belanda yang menggambarkan keindahan alam dan budaya Hindia Belanda. Ini termasuk deskripsi tentang pantai, gunung, dan kota-kota yang menarik.
    • Pameran dan Eksposisi: Ada juga eksposisi dan pameran di Belanda yang menampilkan artefak dan gambar dari Hindia Belanda, mendorong minat untuk mengunjungi koloni tersebut.



  1. Pengembangan Destinasi:
    • Lokasi Wisata: Tempat-tempat seperti Bogor (dulu dikenal sebagai Buitenzorg) dikembangkan sebagai tempat peristirahatan dengan taman botani besar (Kebun Raya Bogor) dan istana gubernur-jenderal yang menjadi daya tarik tersendiri.
    • Kegiatan Wisata: Mereka memperkenalkan kegiatan seperti berburu, mendaki gunung, dan berlayar, yang disesuaikan dengan selera dan kebiasaan warga Belanda. Misalnya, gunung-gunung seperti Gunung Wilhelmina (sekarang Puncak Trikora) menjadi tujuan bagi pendaki.



  1. Kebudayaan dan Kehidupan Sosial:
    • Kuliner dan Hiburan: Rijsttafel, sebuah perjamuan makan dengan berbagai hidangan Indonesia yang dikenalkan oleh kolonial Belanda, menjadi atraksi kuliner yang unik untuk dinikmati oleh warga Belanda di koloni. Ini juga termasuk pengenalan budaya lokal seperti tarian, musik, dan seni lainnya yang dikemas untuk dinikmati oleh pengunjung.
  2. Pemerintahan dan Kontrol:
    • Keamanan dan Stabilitas: Dengan menjaga stabilitas politik dan keamanan, kolonial Belanda memastikan bahwa daerah-daerah tersebut aman untuk dikunjungi oleh warga Belanda. Ini termasuk pembangunan benteng dan pos-pos militer di berbagai lokasi strategis.

Kolonialisme Belanda tidak hanya membawa eksploitasi ekonomi tetapi juga membawa perubahan dalam pandangan terhadap Nusantara sebagai tempat yang eksotik dan layak dikunjungi. Namun, penting untuk diingat bahwa ini juga merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat kontrol kolonial dan menanamkan budaya dan nilai-nilai Belanda di tanah jajahan.

sumber : liputan6.com, berita19.co, Merdeka,com (foto), Grok

No comments:

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...