Pelantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati menimbulkan berbagai reaksi dan spekulasi terkait masa depan perekonomian Indonesia. Berikut adalah analisis berdasarkan informasi yang tersedia, dengan mempertimbangkan latar belakang Purbaya, kondisi ekonomi saat ini, dan sentimen pasar serta publik:
### Latar Belakang Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya memiliki pengalaman luas di sektor ekonomi dan keuangan, baik di pemerintahan maupun swasta. Ia lulusan Teknik Elektro ITB dan meraih gelar Master serta Doktor di bidang Ekonomi dari Purdue University, AS. Sebelum menjadi Menkeu, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020, serta memiliki pengalaman sebagai Deputi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Staf Khusus Ekonomi di berbagai kementerian, dan posisi strategis di Danareksa Research Institute serta PT Danareksa Securities.[](https://radartasik.id/2025/09/08/dilantik-presiden-prabowo-ini-profil-purbaya-yudhi-sadewa-yang-resmi-menggantikan-sri-mulyani-jadi-menkeu/)[](https://www.pajak.com/tokoh/profil-purbaya-yudhi-sadewa-yang-resmi-gantikan-sri-mulyani-sebagai-menteri-keuangan/)[](https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1813499/profil-lengkap-purbaya-yudhi-sadewa-menkeu-baru-lulusan-elektro-itb)
Purbaya mengklaim keahlian dalam kebijakan fiskal, dengan pengalaman mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada krisis 2008 dan Presiden Joko Widodo selama krisis COVID-19. Ia menegaskan bahwa ia memahami fiskal yang prudent dan optimis dapat mengelola keuangan negara tanpa mengubah kebijakan fiskal Sri Mulyani secara drastis.[](https://timesindonesia.co.id/ekonomi/553735/menkeu-purbaya-janji-perkuat-fiskal-tanpa-rombak-kebijakan-sri-mulyani)[](https://www.tribunnews.com/bisnis/7725623/menkeu-purbaya-yudhi-sadewa-tepis-keraguan-ekonomsaya-ahli-fiskal)
### Kondisi Perekonomian Indonesia
Berdasarkan data hingga Mei 2025, ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan PDB kuartal pertama 2025 sebesar 4,87% (yoy), didorong oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54,5% PDB. Namun, ada tantangan seperti depresiasi rupiah (1,6% year-to-date hingga April 2025), penurunan harga komoditas global (minyak mentah turun ke US$65,3 per barel dari asumsi APBN US$82), dan ketidakpastian geopolitik global.[](https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/kondisi-ekonomi-indonesia-dan-kinerja-apbn-mei-2025)[](https://unair.ac.id/perekonomian-indonesia-2025/)
Proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2025 oleh Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia berada di kisaran 5–5,1%, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Ketidakpastian global, seperti konflik geopolitik dan ancaman perang dagang AS-Cina, dapat memengaruhi arus modal dan stabilitas rupiah.[](https://unair.ac.id/perekonomian-indonesia-2025/)
### Optimisme dan Strategi Purbaya
Purbaya menyatakan optimisme bahwa perekonomian Indonesia dapat pulih dalam 2–3 bulan dengan memperbaiki kelemahan yang telah diidentifikasi, seperti lambatnya belanja pemerintah di dua triwulan terakhir yang berdampak negatif pada pertumbuhan. Ia menekankan pentingnya menjaga fiskal yang sehat sambil memastikan belanja optimal untuk mendorong ekonomi.[](https://jurnalpatrolinews.co.id/politik/menkeu-purbaya-yakin-ekonomi-indonesia-bisa-pulih-dalam-waktu-singkat/)[](https://timesindonesia.co.id/ekonomi/553735/menkeu-purbaya-janji-perkuat-fiskal-tanpa-rombak-kebijakan-sri-mulyani)[](https://timesindonesia.co.id/ekonomi/553741/purbaya-tegaskan-rapbn-2026-aman-meski-kursi-menkeu-berganti)
Purbaya juga menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% dalam 2–3 tahun ke depan, yang dianggapnya realistis untuk menjadikan Indonesia negara maju. Strateginya meliputi:
- **Optimalisasi pengelolaan uang** untuk memastikan dana tidak mengganggu sistem perbankan.[](https://www.antaranews.com/berita/5094601/menkeu-purbaya-yakin-ada-peluang-capai-pertumbuhan-ekonomi-8-persen)
- **Meningkatkan pertumbuhan tanpa pungutan pajak baru**, dengan fokus pada perbaikan sistem perpajakan dan kepatuhan pajak.[](https://www.viva.co.id/bisnis/1847581-menkeu-purbaya-nilai-tak-perlu-ada-pungutan-pajak-baru)
- **Koordinasi dengan Bank Indonesia, OJK, dan LPS**, memanfaatkan pengalamannya di LPS untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.[](https://mediaindonesia.com/ekonomi/809163/menkeu-purbaya-fokus-pulihkan-ekonomi-janji-3-bulan-lagi-cerah)
- **Mendorong konsumsi domestik**, yang menyumbang 90% perekonomian, sebagai pilar utama pertumbuhan.[](https://jurnalpatrolinews.co.id/politik/menkeu-purbaya-yakin-ekonomi-indonesia-bisa-pulih-dalam-waktu-singkat/)[](https://voi.id/ekonomi/512729/anindya-bakrie-berharap-purbaya-yudhi-sadewa-jaga-kestabilan-ekonomi-ri)
### Tantangan dan Sentimen Pasar
1. **Reaksi Pasar**: Pelantikan Purbaya memicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,28% ke level 7.766,84 pada 8 September 2025, mencerminkan kekhawatiran investor atas pergantian Sri Mulyani, yang dikenal sebagai penjamin kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia. Namun, Purbaya menanggapi dengan tenang, menyatakan bahwa gejolak pasar adalah hal wajar dan dapat pulih dalam 1–2 minggu. Ekonom dari Indef, Eko Listiyanto, menyebut Purbaya relatif diterima pasar karena rekam jejaknya di LPS dan Danareksa, meski tantangan fiskal seperti defisit anggaran, penyusutan penerimaan negara, dan jatuh tempo utang tetap menjadi perhatian.[](https://mediaindonesia.com/ekonomi/809163/menkeu-purbaya-fokus-pulihkan-ekonomi-janji-3-bulan-lagi-cerah)[](https://wartakota.tribunnews.com/nasional/866795/ihsg-anjlok-usai-purbaya-dilantik-menkeu-baru-tenang-biasa-kita-bisa-perbaiki)[](https://ekonomi.republika.co.id/berita/t29szs490/indef-purbaya-yudhi-sadewa-relatif-akan-diterima-pasar)
2. **Kritik dan Keraguan**: Sebagian ekonom, seperti Mohamad Fadhil Hasan dari Indef, menyatakan Purbaya belum memiliki pengalaman langsung mengelola fiskal secara menyeluruh, dan ada kandidat lain seperti Wamenkeu Suahasil yang dianggap lebih ideal. Selain itu, sentimen di media sosial menunjukkan kekhawatiran publik terhadap stabilitas ekonomi pasca-reshuffle, dengan beberapa menyebut kebijakan pemerintahan sebelumnya turut memengaruhi kondisi saat ini.[](https://www.tribunnews.com/bisnis/7725623/menkeu-purbaya-yudhi-sadewa-tepis-keraguan-ekonomsaya-ahli-fiskal)
3. **Tantangan Fiskal**: Tekanan defisit anggaran, penyusutan penerimaan negara, dan jatuh tempo utang besar pada 2025–2026 menjadi tantangan utama. Postur anggaran 2026 juga dinilai timpang antarsektor, yang memerlukan kebijakan terukur untuk menjaga stabilitas.[](https://ekonomi.republika.co.id/berita/t29szs490/indef-purbaya-yudhi-sadewa-relatif-akan-diterima-pasar)
### Dukungan dan Harapan
Kadin Indonesia, melalui Anindya Bakrie dan Sarman Simanjorang, menyatakan dukungan terhadap Purbaya, dengan harapan ia dapat menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KUR. Mereka menyoroti pentingnya kerja sama antara Kemenkeu dan Kementerian Investasi untuk menarik investor dan mendorong pertumbuhan lokal.[](https://voi.id/ekonomi/512729/anindya-bakrie-berharap-purbaya-yudhi-sadewa-jaga-kestabilan-ekonomi-ri)[](https://ekonomi.bisnis.com/read/20250908/9/1909402/kadin-tunggu-terobosan-menkeu-purbaya-bangkitkan-ekonomi-indonesia)
### Analisis Prospek Perekonomian
Apakah perekonomian Indonesia bakal maju dengan kepemimpinan Purbaya? Berikut beberapa poin pertimbangan:
- **Positif**:
- **Pengalaman Purbaya**: Rekam jejaknya di LPS, Danareksa, dan berbagai posisi strategis pemerintahan menunjukkan pemahaman mendalam tentang keuangan dan ekonomi. Ia juga memiliki pengalaman menangani krisis, yang dapat menjadi modal untuk mengatasi perlambatan ekonomi.[](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8102449/sepak-terjang-purbaya-yudhi-sadewa-menkeu-baru-pilihan-prabowo)[](https://www.pajak.com/tokoh/profil-purbaya-yudhi-sadewa-yang-resmi-gantikan-sri-mulyani-sebagai-menteri-keuangan/)
- **Kontinuitas Kebijakan**: Komitmen Purbaya untuk tidak merombak kebijakan fiskal Sri Mulyani dapat memberikan kepastian bagi investor dan menjaga stabilitas makroekonomi.[](https://timesindonesia.co.id/ekonomi/553735/menkeu-purbaya-janji-perkuat-fiskal-tanpa-rombak-kebijakan-sri-mulyani)[](https://www.antaranews.com/berita/5094273/purbaya-pastikan-pergantian-menkeu-tak-ganggu-penyusunan-rapbn-2026)
- **Fokus pada Pertumbuhan**: Target ambisius 8% dalam 2–3 tahun, meski menantang, menunjukkan visi jangka panjang. Konsumsi domestik yang kuat (90% PDB) menjadi kekuatan utama yang dapat dimanfaatkan.[](https://jurnalpatrolinews.co.id/politik/menkeu-purbaya-yakin-ekonomi-indonesia-bisa-pulih-dalam-waktu-singkat/)[](https://www.antaranews.com/berita/5094601/menkeu-purbaya-yakin-ada-peluang-capai-pertumbuhan-ekonomi-8-persen)
- **Stabilitas RAPBN 2026**: Purbaya menjamin penyusunan RAPBN 2026 tidak terganggu, didukung oleh tim wakil menteri dan staf Kemenkeu, yang dapat memastikan kelancaran fiskal.[](https://timesindonesia.co.id/ekonomi/553741/purbaya-tegaskan-rapbn-2026-aman-meski-kursi-menkeu-berganti)
- **Tantangan**:
- **Kepercayaan Pasar**: Kepergian Sri Mulyani, yang memiliki reputasi global, menimbulkan ketidakpastian awal di pasar. Purbaya perlu membuktikan kemampuannya melalui kebijakan konkret untuk mengembalikan kepercayaan investor.[](https://wartakota.tribunnews.com/nasional/866795/ihsg-anjlok-usai-purbaya-dilantik-menkeu-baru-tenang-biasa-kita-bisa-perbaiki)
- **Ketidakpastian Global**: Geopolitik dan perang dagang AS-Cina dapat memperburuk depresiasi rupiah dan arus modal keluar, yang memerlukan strategi moneter dan fiskal yang cermat.[](https://unair.ac.id/perekonomian-indonesia-2025/)
- **Target Ambisius**: Pertumbuhan 8% dalam 2–3 tahun dianggap optimistis, mengingat proyeksi ADB dan Bank Dunia hanya 5–5,1% untuk 2025. Ini memerlukan reformasi struktural dan eksekusi yang cepat.[](https://unair.ac.id/perekonomian-indonesia-2025/)[](https://www.antaranews.com/berita/5094601/menkeu-purbaya-yakin-ada-peluang-capai-pertumbuhan-ekonomi-8-persen)
- **Sentimen Publik**: Kekhawatiran di media sosial tentang stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah dapat memengaruhi persepsi publik, yang berpotensi memengaruhi konsumsi domestik jika tidak dikelola dengan komunikasi yang baik.
### Kesimpulan
Perekonomian Indonesia memiliki peluang untuk maju di bawah kepemimpinan Purbaya, terutama dengan pengalamannya di bidang fiskal dan komitmen untuk menjaga stabilitas kebijakan. Fokus pada konsumsi domestik, optimalisasi belanja pemerintah, dan perbaikan sistem perpajakan tanpa pajak baru dapat menjadi langkah positif. Namun, tantangan seperti kepercayaan pasar, ketidakpastian global, dan target pertumbuhan yang ambisius memerlukan eksekusi yang cepat dan komunikasi yang meyakinkan.
Dalam jangka pendek (2–3 bulan), Purbaya optimis dapat mengatasi perlambatan ekonomi, dan jika ini tercapai, kepercayaan pasar dapat pulih. Dalam jangka menengah (2–3 tahun), pencapaian target 8% akan bergantung pada kemampuan Purbaya mengelola defisit, utang, dan koordinasi dengan lembaga seperti BI dan OJK, serta dukungan terhadap program pemerintah seperti MBG. Meski ada keraguan dari beberapa ekonom, dukungan dari Kadin dan pengalaman Purbaya memberikan harapan untuk stabilitas dan pertumbuhan, asalkan kebijakan diimplementasikan dengan prudent dan efektif.
Wallahu alam bis'sawab

