Pendidikan dasar dan menengah adalah pendidikan umum yang bertujuan memperluas pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pendidikan dasar meliputi: Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Satuan pendidikan lain yang sederajat.
Pendidikan menengah meliputi: Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA), Pendidikan menengah umum, Pendidikan menengah kejuruan.
- Kualitas Pendidik: Kebutuhan akan guru yang berkompeten dengan pelatihan berkelanjutan.
- Kurikulum yang Relevan: Kurikulum yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri dan era digital.
- Akses Pendidikan: Ketidakmerataan akses ke pendidikan berkualitas di daerah terpencil.
- Infrastruktur Sekolah: Kekurangan fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, dan sarana olahraga.
- Pendidikan Inklusif: Kurangnya dukungan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
- Kesenjangan Antar Daerah: Perbedaan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
- Pendidikan Karakter: Pendidikan moral dan etika yang kurang ditekankan.
- Literasi dan Numerasi Dasar: Keterampilan dasar membaca, menulis, dan menghitung yang kurang memadai.
- Pemanfaatan Teknologi: Penggunaan TIK dalam pendidikan yang belum optimal.
- Kesiapan Lulusan: Lulusan yang kurang siap untuk dunia kerja atau pendidikan tinggi.
- Pendanaan Pendidikan: Distribusi dan pengelolaan anggaran pendidikan yang tidak merata atau efisien.
- Kurangnya Buku dan Sumber Belajar: Ketersediaan buku dan sumber belajar yang kurang.
- Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus: Kurangnya guru khusus dan program yang sesuai.
- Kesehatan dan Gizi: Masalah gizi yang mempengaruhi kemampuan belajar anak.
- Keselamatan di Sekolah: Keamanan fisik dan psikologis siswa di lingkungan sekolah.
- Pendidikan Kewarganegaraan: Kurangnya pemahaman tentang demokrasi dan hak asasi manusia.
- Kurikulum yang Kaku: Kurikulum yang kurang fleksibel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.
- Evaluasi dan Asesmen: Sistem evaluasi yang tidak selalu mencerminkan kemampuan sebenarnya siswa.
- Keterlibatan Orang Tua: Rendahnya partisipasi orang tua dalam pendidikan anak.
- Pendidikan Berbasis Komunitas: Program yang melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan masih terbatas.
- Pendidikan Multikultural: Kurangnya pemahaman tentang keberagaman budaya dan etnis.
- Manajemen Sekolah: Kepemimpinan dan manajemen sekolah yang tidak efektif.
- Pendidikan Kesehatan Reproduksi: Kurangnya informasi dan akses ke pendidikan kesehatan reproduksi.
- Pendidikan Lingkungan: Pembelajaran tentang lingkungan dan keberlanjutan yang kurang intensif.
- Pendidikan Bahasa Daerah: Pelestarian dan pengajaran bahasa daerah yang kurang mendapat perhatian.
- Konseling dan Dukungan Psikologis: Kurangnya layanan konseling untuk siswa.
- Pendidikan Anti-Korupsi: Kurangnya edukasi tentang anti-korupsi dan integritas.
- Kekerasan di Sekolah: Isu bullying dan kekerasan fisik atau verbal di sekolah.
- Pendidikan Kewirausahaan: Kurangnya program untuk mengembangkan jiwa wirausaha.
- Pendidikan Non-Formal: Integrasi antara pendidikan formal dan non-formal yang belum optimal.
- Pendidikan tentang Kesetaraan Gender: Kurangnya edukasi tentang kesetaraan gender.
- Pendidikan Kreativitas dan Inovasi: Kurangnya program yang mendukung kreativitas dan inovasi.
- Ketersediaan Tenaga Pendidik: Kekurangan jumlah guru, terutama di daerah tertinggal.
- Pendidikan tentang Kebencanaan: Kurangnya edukasi tentang mitigasi bencana.
- Pendidikan tentang Hak Anak: Kurangnya pemahaman tentang hak-hak anak.
- Pendidikan tentang Kesehatan Mental: Kurangnya edukasi dan dukungan untuk kesehatan mental siswa.
- Keseimbangan Antara Akademik dan Ekstrakurikuler: Kurangnya penyeimbangan antara aktivitas akademik dan non-akademik.
- Pendidikan tentang Media Sosial: Kurangnya edukasi tentang penggunaan media sosial yang aman dan positif.
- Pendidikan tentang Keterampilan Hidup: Kurangnya fokus pada keterampilan hidup seperti manajemen waktu, keuangan, dll.
- Pendidikan tentang Budaya Digital: Kurangnya literasi digital yang komprehensif.
- Pendidikan tentang Hak Asasi Manusia: Kurangnya pemahaman tentang HAM.
- Pendidikan tentang Etika Digital: Kurangnya edukasi tentang etika dalam dunia digital.
- Kualitas Buku Teks: Banyak buku teks yang tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.
- Pendidikan tentang Kepemimpinan: Kurangnya program yang mengajarkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
- Pendidikan tentang Keamanan Siber: Kurangnya pengetahuan tentang keamanan siber di kalangan siswa.
- Pendidikan tentang Perubahan Iklim: Kurangnya fokus pada isu perubahan iklim.
- Pendidikan tentang Pendidikan Seksual: Pendekatan yang kurang terbuka dan komprehensif.
- Pendidikan tentang Agama dan Toleransi: Kurangnya pendidikan yang mendorong toleransi antar agama.
- Pendidikan tentang Kesenian dan Budaya: Kurangnya penghargaan dan pelestarian seni dan budaya lokal dalam pendidikan.
- Pendidikan tentang Wirausaha Sosial: Kurangnya program yang mengajarkan wirausaha untuk memberikan dampak sosial.
- Pendidikan tentang Keterampilan Komunikasi: Kurangnya fokus pada keterampilan komunikasi efektif.
- Kesehatan Gigi dan Mulut: Pendidikan kesehatan gigi dan mulut yang kurang diperhatikan.
- Pendidikan tentang Nutrisi: Kurangnya pengetahuan tentang nutrisi yang sehat.
- Pendidikan tentang Olahraga dan Kesehatan Fisik: Kurangnya program olahraga yang memadai.
- Pendidikan tentang Kesadaran Hukum: Kurangnya pemahaman tentang hukum dan keadilan.
- Pendidikan tentang Anti-Narkoba: Kurangnya kampanye dan pendidikan tentang bahaya narkoba.
- Pendidikan tentang Keselamatan Jalan: Kurangnya edukasi tentang keselamatan berlalu lintas.
- Pendidikan tentang Pengelolaan Sampah: Kurangnya pendidikan tentang pengelolaan limbah.
- Pendidikan tentang Keuangan Pribadi: Kurangnya edukasi tentang manajemen keuangan pribadi.
- Pendidikan tentang Keanekaragaman Hayati: Kurangnya fokus pada pelestarian keanekaragaman hayati.
- Pendidikan tentang Kesetaraan Ekonomi: Kurangnya edukasi tentang ketimpangan ekonomi.
- Pendidikan tentang Kepedulian Sosial: Kurangnya program untuk meningkatkan kepedulian sosial.
- Pendidikan tentang Penanggulangan Bencana: Kurangnya simulasi dan edukasi tentang tanggap bencana.
- Pendidikan tentang Hak Konsumen: Kurangnya pemahaman tentang hak-hak konsumen.
- Pendidikan tentang Keselamatan Siber: Kurangnya edukasi tentang pengamanan diri di dunia maya.
- Pendidikan tentang Keterampilan Analisis: Kurangnya fokus pada kemampuan analitis siswa.
- Pendidikan tentang Penulisan Kreatif: Kurangnya program untuk mengembangkan keterampilan menulis.
- Pendidikan tentang Etika Bisnis: Kurangnya edukasi tentang etika dalam dunia bisnis.
- Pendidikan tentang Keberagaman Kultural: Kurangnya pemahaman tentang budaya lain dalam masyarakat.
- Pendidikan tentang Resolusi Konflik: Kurangnya keterampilan dalam menyelesaikan konflik secara damai.
- Pendidikan tentang Kesehatan Mental Guru: Kurangnya dukungan untuk kesehatan mental tenaga pendidik.
- Pendidikan tentang Penanganan Stres: Kurangnya program untuk mengatasi stres siswa dan guru.
- Pendidikan tentang Keterampilan Interpersonal: Kurangnya pelatihan untuk keterampilan sosial.
- Pendidikan tentang Keberlanjutan: Kurangnya edukasi tentang keberlanjutan dan pembangunan berkelanjutan.
- Pendidikan tentang Pengelolaan Air: Kurangnya pendidikan tentang konservasi air.
- Pendidikan tentang Keselamatan di Internet: Kurangnya edukasi tentang keselamatan online.
- Pendidikan tentang Hak Milik Intelektual: Kurangnya pemahaman tentang hak cipta dan paten.
- Pendidikan tentang Keberagaman Gender: Kurangnya edukasi tentang identitas dan ekspresi gender.
- Pendidikan tentang Tanggung Jawab Digital: Kurangnya edukasi tentang etika digital dan tanggung jawab online.
- Pendidikan tentang Layanan Publik: Kurangnya pemahaman tentang cara menggunakan layanan publik.
- Pendidikan tentang Penanganan Darurat: Kurangnya keterampilan dalam tanggap darurat.
- Pendidikan tentang Penelitian dan Pengembangan: Kurangnya program untuk mendorong penelitian dasar.
- Pendidikan tentang Pengelolaan Sampah Plastik: Kurangnya edukasi tentang pengurangan penggunaan plastik.
- Pendidikan tentang Kesetaraan Akses Informasi: Kurangnya akses ke informasi di daerah tertinggal.
- Pendidikan tentang Penggunaan Energi: Kurangnya pemahaman tentang efisiensi energi.
- Pendidikan tentang Kesehatan Mata: Kurangnya edukasi tentang kesehatan mata siswa.
- Pendidikan tentang Kesadaran Budaya: Kurangnya edukasi tentang budaya lokal dan global.
- Pendidikan tentang Penanganan Emosi: Kurangnya program untuk mengelola emosi siswa.
- Pendidikan tentang Keterampilan Membaca Cepat: Kurangnya strategi untuk meningkatkan kecepatan baca.
- Pendidikan tentang Kesehatan Mental Anak: Kurangnya perhatian pada kesehatan mental anak-anak usia dini.
- Pendidikan tentang Pengembangan Karir: Kurangnya bimbingan untuk pemilihan karir.
- Pendidikan tentang Keselamatan di Laboratorium: Kurangnya edukasi tentang keselamatan di lab.
- Pendidikan tentang Keterampilan Berpikir Kritis: Kurangnya fokus pada kemampuan berpikir kritis.
- Pendidikan tentang Penanggulangan Korupsi: Kurangnya program untuk mencegah korupsi di sekolah.
- Pendidikan tentang Kesetaraan Sosial: Kurangnya edukasi tentang adil dan setara dalam masyarakat.
- Pendidikan tentang Pengelolaan Stres Akademik: Kurangnya strategi untuk mengelola stres akademik.
- Pendidikan tentang Keselamatan di Tempat Kerja: Kurangnya edukasi tentang keselamatan di lingkungan kerja.
- Pendidikan tentang Pencegahan Bullying: Kurangnya program untuk mencegah bullying.
- Pendidikan tentang Keselamatan Berinternet: Kurangnya edukasi tentang penggunaan internet yang aman.
- Pendidikan tentang Tanggung Jawab Lingkungan: Kurangnya kesadaran tentang tanggung jawab terhadap lingkungan.