Sebagaimana dipahami bahwa Ramadhan 1446 H/2024 M Kemendikdasmen tidak meliburkan selama bulan Ramadhan. Lantas bagaimana cara agar Kegiatan Belajar Mengajar dan Menjalankan Puasa Ramadhan tetap maksimal. Perlu adanya aksi dan upaya untuk kesimbangan keduanya.
Menyeimbangkan kebutuhan pendidikan dengan ibadah Ramadan merupakan tantangan yang bisa diatasi dengan pendekatan holistik. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Sekolah bisa menyesuaikan jadwal belajar dengan mengurangi jam sekolah atau menggeser waktu belajar untuk menyesuaikan dengan waktu berbuka dan sahur. Ini memungkinkan siswa untuk beribadah tanpa terburu-buru.
- Mengadakan kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan nilai-nilai ibadah Ramadan seperti kajian Al-Qur'an, tarawih bersama, atau diskusi tentang keutamaan Ramadan, sehingga siswa mendapat pengetahuan agama dan akademik sekaligus.
- Guru dapat mengintegrasikan konsep-konsep kejujuran, kesabaran, dan kepedulian yang diajarkan dalam Ramadan ke dalam materi pelajaran sehari-hari, seperti dalam mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti atau Bahasa Indonesia.
- Memberikan fleksibilitas lebih dalam penugasan dan penjadwalan ujian, misalnya dengan memperbolehkan siswa untuk mengerjakan tugas di waktu yang lebih fleksibel atau mengadakan ujian setelah Ramadan.
- Sekolah dapat menyediakan program kesehatan khusus untuk menjaga kesehatan siswa selama berpuasa, termasuk saran nutrisi untuk sahur dan berbuka puasa, serta kegiatan fisik yang disesuaikan.
- Memfasilitasi kegiatan amal seperti zakat fitrah, infaq, atau membuat program bakti sosial yang dijalankan oleh siswa, sehingga mereka bisa beribadah melalui aksi nyata.
- Menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh atau blended learning, sehingga siswa yang membutuhkan waktu lebih untuk beribadah bisa tetap belajar tanpa harus hadir secara fisik sepanjang hari.
- Sekolah bisa menyediakan ruang untuk sholat, tadarus Al-Qur'an, atau mengadakan kajian agama setelah jam sekolah, memungkinkan siswa untuk memperdalam ibadah mereka.
- Meningkatkan komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk memastikan bahwa kebutuhan spiritual dan akademik siswa di rumah juga didukung, termasuk dalam pengaturan waktu belajar di luar sekolah.
- Melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan selama Ramadan untuk terus meningkatkan efektivitas dan memberikan penyesuaian yang diperlukan di tahun-tahun berikutnya.:Dengan strategi-strategi ini, siswa dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan baik sambil tetap mengikuti kegiatan pendidikan mereka, menciptakan sinergi antara spiritualitas dan akademik.
Sumber
- Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah (2:183-185), yang berbicara tentang keutamaan Ramadan dan ibadah puasa.
- Hadist dari Abu Hurairah, "Barangsiapa yang mendirikan sholat tarawih di bulan Ramadan dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
- "Pendidikan Islam di Era Globalisasi" oleh Dr. H. M. Arifin, M.A., yang membahas integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan modern.
- "Membangun Karakter Anak Melalui Pendidikan Nilai" oleh Abdul Majid dan Dian Andayani, yang memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak.
- pngtree.com (foto)