Lupakan sebutan ganti menteri pendidikan ganti kurikulum, coba perhatikan aspek apa saja yang berubah Kurikulum SMK 2025 ?
Kurikulum SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Indonesia untuk tahun 2025, dikenal sebagai Kurikulum Merdeka, telah mengalami beberapa perubahan penting yang bertujuan untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, terutama dalam era industri 4.0 dan mempersiapkan lulusan untuk dunia usaha dan industri (DUDI). Berikut adalah beberapa aspek utama dari Kurikulum SMK 2025:
1. Aspek Perubahan:
- Kontekstualisasi Mata Pelajaran: Mata pelajaran akademik dan teoritis dikonversi menjadi bentuk yang lebih vokasional. Misalnya, Matematika dan Bahasa Indonesia menjadi Matematika Terapan dan Bahasa Indonesia Terapan, membuat pembelajaran lebih relevan dengan bidang keahlian yang dipilih siswa.
- Praktik Kerja Industri (Prakerin): Magang atau Prakerin menjadi wajib dengan durasi minimal satu semester untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada siswa.
- Project-Based Learning (PBL) dan Kewirausahaan: Siswa diharapkan mengembangkan keterampilan praktis melalui pembelajaran berbasis proyek dan inisiatif kewirausahaan selama tiga semester.
- Mata Pelajaran Pilihan: SMK menawarkan mata pelajaran pilihan selama tiga semester, memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk mendalami bidang spesifik atau memperluas pengetahuan mereka di luar konsentrasi utama mereka.
2. Struktur Kurikulum:
- Kelas X, XI, dan XII: Kurikulum untuk setiap kelas dirancang dengan berbagai kompetensi keahlian yang berbeda berdasarkan program keahlian. Misalnya, di kelas X, fokus adalah pada dasar-dasar program keahlian, sementara kelas XI dan XII mendalaminya lebih lanjut dengan konsentrasi spesifik.
- Spektrum Keahlian: Ada 10 bidang keahlian dengan 50 program keahlian yang tersedia, memberikan siswa lebih banyak pilihan untuk memilih sesuai minat dan kebutuhan industri.
- Penyelarasan Kurikulum: Ada dorongan kuat untuk memastikan bahwa kurikulum SMK selaras dengan kebutuhan industri melalui kerja sama langsung dengan dunia usaha dan industri. Program seperti SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) adalah bagian dari upaya ini.
4. Pendekatan Pembelajaran:
- Intrakurikuler dan Kokurikuler: Kurikulum Merdeka untuk SMK mencakup pembelajaran intrakurikuler (mata pelajaran umum dan kejuruan) dan kokurikuler (aktivitas tambahan yang mendukung pengembangan diri).
- Praktik Kerja Lapangan (PKL): PKL pada semester ke-6 (bisa dilaksanakan di semester 4 atau 5) merupakan bagian integral dari kurikulum untuk memastikan siswa memiliki pengalaman kerja yang nyata.
Kesimpulan : Kurikulum SMK 2025 di Indonesia sedang berusaha untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja, menekankan pada relevansi, keterampilan praktis, dan adaptabilitas terhadap perubahan teknologi dan industri.
sumber : adminsekolah.net Grok