Thursday, January 30, 2025

POKOK SINGKAT KURIKULUM SMK TERBARU

 


Kesan gonta ganti Menteri Pendidikan, ganti pula Kurikulum di Indonesia itu nyata. Saat menjabat Mendikbud RI Bapak Nadiem Makarim (2019-2024) memperkenalkan Kurikulum SMK Merdeka.
Dulu katanya kalau guru mengajar waktunya habis untuk urusan administrasi, cukup bawa satu lembar kertas pengajaran saat tatap muka di kelas dengan kurikulum merdeka begitu katanya.

Kurikulum terbaru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia adalah Kurikulum Merdeka yang mulai diimplementasikan sejak tahun 2021. Berikut adalah beberapa aspek penting dari Kurikulum Merdeka untuk SMK:

  • Kontekstualisasi Mata Pelajaran: Mata pelajaran yang bersifat akademik dan teori dikonversi menjadi vokasional. Contohnya, matematika dan Bahasa Indonesia diubah menjadi matematika terapan dan Bahasa Indonesia terapan, untuk lebih relevan dengan dunia kerja.
  • Praktik Kerja Lapangan (PKL): Magang atau Praktik Kerja Industri (Prakerin) wajib dilakukan minimal satu semester untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam dunia kerja.
  • Project Base Learning dan Kewirausahaan: Ada fokus pada pembelajaran berbasis proyek dan ide kreatif kewirausahaan yang diterapkan selama tiga semester, untuk mengembangkan keterampilan praktis dan entrepreneur siswa.
  • Mata Pelajaran Pilihan: SMK menyediakan mata pelajaran pilihan selama tiga semester, memberikan siswa kesempatan untuk mendalami bidang yang diminati atau relevan dengan bidang keahlian mereka, seperti marketing untuk siswa teknik mesin.
  • Spektrum Keahlian: Kurikulum Merdeka menata ulang spektrum keahlian dengan 10 bidang keahlian dan 50 program keahlian, yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Ini mencakup aspek teknologi dalam proses pembelajaran untuk memastikan siswa terampil dalam menggunakan teknologi modern yang relevan dengan industri masa depan.
  • Struktur Kurikulum: Struktur kurikulum SMK dibagi menjadi pembelajaran intrakurikuler dan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi umum dan kejuruan, dengan alokasi waktu yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan konsentrasi keahlian yang dipilih oleh sekolah.
  • Kolaborasi dengan Industri: Kurikulum Merdeka mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan industri melalui program "link and match", memastikan kurikulum sesuai dengan tuntutan pasar kerja dan meningkatkan keterserapan lulusan.

Kurikulum ini dirancang untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah dalam merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal, potensi siswa, dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat keterampilan teknis dan non-teknis dari lulusan SMK.

sumber : sketsamedia (foto), Grok

SERIUSKAH PEMERINTAH BENAHI PENDIDIKAN KEJURUAN ?

 


Pemerintah Indonesia memang telah menunjukkan komitmen yang serius untuk membenahi pendidikan kejuruan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Berikut adalah beberapa poin yang menunjukkan keberadaan upaya tersebut:

  • Kurikulum dan Kolaborasi dengan Industri: Pemerintah telah merombak kurikulum pendidikan vokasi untuk menjadikannya lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan industri. Ini termasuk kolaborasi erat antara sekolah vokasi dan industri untuk memastikan kurikulum memenuhi kebutuhan pasar kerja. Misalnya, program seperti "teaching factory" di SMK yang diperkuat untuk menciptakan lulusan yang langsung siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri.
  • Peningkatan Anggaran: Dalam anggaran tahun 2025, ada penambahan anggaran sebesar Rp10,4 triliun untuk kesejahteraan guru dan dosen, yang juga mencakup pendidikan vokasi. Ini menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan adalah salah satu prioritas dalam pembangunan pendidikan nasional.
  • Pilot Project Revitalisasi SMK: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah melakukan pilot project revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) sejak tahun ajaran 2019-2020. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan industri, untuk memastikan pendidikan kejuruan lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
  • Program Vocationomics dan SMK Pusat Keunggulan: Pemerintah juga melaksanakan inisiatif seperti Vocationomics untuk berbagi ide dan kebijakan terkait pendidikan vokasi serta program SMK Pusat Keunggulan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja terampil.

Namun, perlu diakui bahwa masih ada tantangan dalam implementasi, seperti perbedaan kualitas antara sekolah vokasi di kota dan daerah terpencil, serta memastikan bahwa lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja. Keterlibatan industri dalam pendidikan kejuruan juga perlu ditingkatkan agar lulusan tidak hanya memiliki keterampilan teknis tetapi juga soft skills yang diperlukan.

Dengan demikian, meskipun ada keberlanjutan dan keseriusan dalam program-program tersebut, kualitas dan efektivitas implementasinya masih perlu dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan.

sumber : teknikmart (foto), Grok

Temukan P3H

Bismillah   Rekrut Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Oktober 2025. Persyaratan : Min SMA/SMK, Beragama Islam, dan komitmen. Silak...