Kesan gonta ganti Menteri Pendidikan, ganti pula Kurikulum di Indonesia itu nyata. Saat menjabat Mendikbud RI Bapak Nadiem Makarim (2019-2024) memperkenalkan Kurikulum SMK Merdeka.
Dulu katanya kalau guru mengajar waktunya habis untuk urusan administrasi, cukup bawa satu lembar kertas pengajaran saat tatap muka di kelas dengan kurikulum merdeka begitu katanya.
Kurikulum terbaru untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia adalah Kurikulum Merdeka yang mulai diimplementasikan sejak tahun 2021. Berikut adalah beberapa aspek penting dari Kurikulum Merdeka untuk SMK:
- Kontekstualisasi Mata Pelajaran: Mata pelajaran yang bersifat akademik dan teori dikonversi menjadi vokasional. Contohnya, matematika dan Bahasa Indonesia diubah menjadi matematika terapan dan Bahasa Indonesia terapan, untuk lebih relevan dengan dunia kerja.
- Praktik Kerja Lapangan (PKL): Magang atau Praktik Kerja Industri (Prakerin) wajib dilakukan minimal satu semester untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam dunia kerja.
- Project Base Learning dan Kewirausahaan: Ada fokus pada pembelajaran berbasis proyek dan ide kreatif kewirausahaan yang diterapkan selama tiga semester, untuk mengembangkan keterampilan praktis dan entrepreneur siswa.
- Mata Pelajaran Pilihan: SMK menyediakan mata pelajaran pilihan selama tiga semester, memberikan siswa kesempatan untuk mendalami bidang yang diminati atau relevan dengan bidang keahlian mereka, seperti marketing untuk siswa teknik mesin.
- Spektrum Keahlian: Kurikulum Merdeka menata ulang spektrum keahlian dengan 10 bidang keahlian dan 50 program keahlian, yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Ini mencakup aspek teknologi dalam proses pembelajaran untuk memastikan siswa terampil dalam menggunakan teknologi modern yang relevan dengan industri masa depan.
- Struktur Kurikulum: Struktur kurikulum SMK dibagi menjadi pembelajaran intrakurikuler dan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi umum dan kejuruan, dengan alokasi waktu yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan konsentrasi keahlian yang dipilih oleh sekolah.
- Kolaborasi dengan Industri: Kurikulum Merdeka mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan industri melalui program "link and match", memastikan kurikulum sesuai dengan tuntutan pasar kerja dan meningkatkan keterserapan lulusan.
Kurikulum ini dirancang untuk memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah dalam merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal, potensi siswa, dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat keterampilan teknis dan non-teknis dari lulusan SMK.
sumber : sketsamedia (foto), Grok